Pages

Monday, June 7, 2010

Pembatasan Subsidi Tidak Efektif

ANGGARANPendapatan dan Belanja  Negara Perubahan (APBN-P)  2010 mencantumkan anggaran sebesar  Rp88,9 triliun untuk menyubsidi  BBM. Jika dibandingkan dengan  anggaran tahun lalu,angka ini  naik cukup signifikan.Pada APBNP  2009,subsidi BBM berkisar di angka  45 triliun.Pertambahan besaran  subsidi tak pelak menambah beban  pemerintah karena di sisi lain masih  banyak sektor yang membutuhkan  penanganan. Untuk  mengakali   kondisi tersebut,sejumlah skenario  pun diciptakan.  Pembatasan penggunaan BBM  bersubsidi bagi kendaraan bermotor  merupakan salah satu skenario  yang kini tengah mencuat.  Saat ini pemerintah sedang mengkaji  detil skenario tersebut, di antaranya  jenis-jenis kendaraan apa  saja yang berhak menggunakan  BBM subsidi.  Sejumlah opsi memang sempat  terdengar, mulai dari larangan  penggunaan BBM untuk kendaraan  roda empat dengan tahun pembuatan  dan besaran cc tertentu  sampai larangan penggunaan BBM  bersubsidi bagi kendaraan sedan.  
Namun di antara sekian opsi tersebut,  yang paling menyita perhatian,  muncul pula opsi pembatasan  BBM subsidi untuk kendaraan roda  dua atau sepeda motor.  Pemerintah beralasan,pertumbuhan  jumlah motor yang sedemikian  pesat telah membuat konsumsi  BBM bersubsidi melonjak.  Hal tersebut dikhawatirkan akan  memengaruhi kuota konsumsi  BBM bersubsidi dalam APBN 2010  yang mencapai 36,5 juta kiloliter  (kl). Jika konsumsi BBM melebihi  kuota tersebut, keuangan negara  bisa terancam.  Meski wacana pembatasan  konsumsi BBM bagi kendaraan bermotor  sendiri belum diputuskan,  berbagai reaksi ditunjukkan masyarakat.  Dalam hasil jajak pendapat   beragam reaksi itu tergambar.  Saat diajukan pertanyaan mengenai  moda transportasi apa yang  paling layak untuk mendapatkan  BBM bersubsidi, sepeda motor  paling banyak mendapat apresiasi  dari para responden yang tersebar  di enam kota besar di Indonesia.Hal  itu ditunjukkan dari pernyataan sebagian  besar responden atau sebanyak  76% responden yang menyatakan  penolakannya atas larangan  penggunaan BBM bersubsidi untuk  sepeda motor. Dari 400 responden  yang dilibatkan,hanya sebagian kecil  dari responden yang menyetujui  wacana ini,yakni 13%.(lihat tabel)  Tak dapat dipungkiri, dengan  harga BBM yang terus melambung,  sepeda motor memang menjadi  moda favorit masyarakat.Tak seperti  kendaraan roda empat yang  memakan banyak bahan bakar,  sepeda motor memiliki sifat sebaliknya.  Apalagi dengan tingkat  kemacetan yang tinggi,khususnya  di kota-kota besar, transportasi  kendaraan roda dua menjadi pilihan  banyak orang.  Minat masyarakat yang tinggi  terhadap sepeda motor bisa dilihat  dari data Asosiasi Industri Sepeda  Motor Indonesia (AISI). Berdasarkan  data per Januari 2010, AISI  mencatat total penjualan sepeda  motor nasional mencapai 501.694  unit. Sementara data dari Direktorat  Lalu Lintas Polda Metro Jaya  mencatat jumlah kendaraan roda  dua di wilayah hukum Polda Metro  Jaya per Mei 2010 mencapai  8.087.118 unit. Jumlah ini mengalami  kenaikan dari tahun sebelumnya  yakni 7.516.556 unit. Bukan  tidak mungkin jumlah tersebut  akan terus bertambah lagi.  Berangkat dari kenyataan tersebut,  mayoritas responden berpendapat,  jika pemerintah tetap  bersikeras menerapkan kebijakan  pembatasan BBM bagi sepeda  motor, maka langkah tersebut sangat  tidak prorakyat.Sebab,rakyat  yang selama ini mengandalkan sepeda  motor karena kelebihannya  di sisi harga akan semakin terbebani,  terutama di tengah membumbungnya  harga kebutuhan pokok  dan harga barang lainnya.  Sebagian besar responden juga  tidak menyetujui pemberian BBM  subsidi yang hanya diperuntukkan  bagi kendaraan umum. Ada sebanyak  42% responden yang menolak  usulan tersebut. Meski sebanyak  44% responden lainnya mendukung  kendaraan umum menjadi  satu-satunya penerima BBM bersubsidi,  mengingat kendaraan ini  adalah jenis transportasi rakyat  yang paling efektif.  Penilaian masyarakat terhadap  tingkat kelayakan konsumsi  BBM bersubsidi terhadap motor  berbeda jauh dengan penilaian  yang ditujukan bagi kendaraan  roda empat (mobil) produksi tahun  2000 ke atas. Dalam hasil jajak  pendapat yang diselenggarakan  pada 31 Mei 3 Juni 2010, besaran  persentase responden yang mendukung  larangan penggunaan  BBM bersubsidi untuk kendaraan  roda empat keluaran tahun 2000 ke  atas lebih besar, yakni mencapai  41%. Pendapat ini berangkat dari  penilaian bahwa pemilik kendaraan  dengan jenis tersebut adalah  orang-orang dengan golongan ekonomi  menengah ke atas,bukan termasuk  kalangan yang berhak menerima  subsidi

Palestina -Israel Di Mata Obama ?

Obama perlu menyadari bahwa  perang, sebagaimana yang dia  kritik dari pemerintahan Bush, telah  melumatkan cinta atas kemanusiaan  dan perdamaian.Berbagai  perilaku Israel selama  ini membuktikan bahwa  cinta kemanusiaan telah  hilang. Dunia juga sudah menyatakannya  sebagai sebuah kejahatan.  AS dituntut tegas dan lebih  adil. Hal yang sama juga berlaku  bagi kekerasan Palestina. Karena  tanpa ketegasan yang dilandasi  nilai-nilai kemanusiaan,spiral  kekerasan akan kembali berlaku di  sana.
Dunia menunggu kebijakan AS  yang menyadari bahwa masyarakat  dunia tak lagi bisa membenarkan  apa pun tindakan kekerasan  yang dilakukan Israel. Ini telah  melanggar prinsip kemanusiaan  paling dalam. Dunia internasional  mendesak agar Israel tunduk pada  prinsip-prinsip kemanusiaan universal.  Masyarakat internasional,  apa pun suku, agama, rasa, dan kelompoknya,  tidak boleh menerima  tindakan kekerasan. Permasalahan  Israel dan Palestina sudah bergeser  dari masalah-masalah ideologis  menjadi masalah kemanusiaan  universal. Dengan alasan itulah  setiap manusia siapa pun dan dari  kelompok mana pun yang mencintai  perdamaian sudah seharusnya  menggerakkan spirit perdamaian  yang lebih luas
Memang benar bahwa harapan  terhadap perubahan politik internasional  tidak bisa semata-mata  harus digantungkan kepada Obama.  Namun,bagaimanapun tak dapat  dimungkiri bahwa AS memiliki  pengaruh besar untuk memberikan  solusi.Indonesia masih dilihat  sebelah mata karena Indonesia  meyakinkan pentingnya peranan  kita dalam memberikan kontribusi  bagi perdamaian dunia. Indonesia  juga tak dapat meyakinkan bahwa  perannya dibutuhkan dalam menjaga  kestabilan di Asia.Di balik ini  semua, kita harus introspeksi,  apakah Indonesia masih dilihat  sebelah mata

Dimana Suaramu Amerika

Dunia selama ini melihat kebijakan  AS tidak berimbang dalam  menyikapi konflik di berbagai  wilayah, khususnya di  kawasan Timur Tengah.  Begitu pula terhadap  konflik Israel dan Palestina. Ada  standar ganda yang diterapkannya.  Karena itu di tengah pengharapan,  dunia sering kali pesimistis apakah  kebijakan Obama ke depan akan  benar-benar melahirkan perubahan  untuk kawasan itu. Di sisi inilah  Obama perlu menyadari bahwa perang,  sebagaimana yang dia kritik  dari pemerintahan Bush, telah melumatkan  cinta atas kemanusiaan  dan perdamaian.
 Tak disangkal bahwa Obama  kini menjadi isu sentral.Di pundaknya  tiba-tiba terbebankan sebuah  tugas luar biasa, ialah menghidupkan  kembali semangat perdamaian  yang dibangun melalui  nilai-nilai kemanusiaan.Walau ia  presiden baru, dunia begitu antusias  mengamati apa saja yang dikerjakannya  dalam menciptakan  perdamaian dunia sekaligus membangunkepercayaanrakyatnyaatas  ancaman krisis yang dahsyat.Atas  itulah mungkin tak mengherankan  bila kunjungannya ke Indonesia  pasti akan menjadi catatan sejarah  karena dianggap sebagai sesuatu  yang sangat luar biasa
Dalam konteks ini tidak berlebihan  bila Indonesia juga mendesak  Obama agar lebih giat meningkatkan  usaha perdamaian,khususnya  di kawasan Timur Tengah. Komitmen  Obama yang mengubah garis  politik AS dari penggunaan kekerasan  menuju pengangkatan nilai-nilai  martabat manusia memang harus  dipuji.Namun garis politik itu belumlah  berdampak nyata bila belum  diikuti serangkaian tindakan nyata  dan tegas atas peran AS dalam mewujudkan  dunia yang damai.  Dunia kini membutuhkan figur  pemimpin dunia yang mencintai  perdamaian. Perdamaian sejati  yang tercipta bila tatanan dunia  baru lebih menghargai kesetaraan  antarnegara.Haluan politik AS harus  kembali menghargai kehidupan  setelah sebelumnya dicoreng  oleh para pemimpinnya dengan darah  dan kekerasan.Peran AS dalam  hal ini Presiden Obama sangat diharapkan  dunia dalam rangka  memberikan solusi terbaik, misalnya  yang menjadi perhatian dunia  adalah konflik Israel dan Palestina.  Kini dunia banyak berharap kepadanya  untuk menciptakan perdamaian  sejati
Obama juga dituntut untuk  mengubah politik AS agar tidak  lagi menjadi  Rambo ,melainkan  berkiprah menciptakan perdamaian  di Timur Tengah.Bila dulu AS dikenal  sebagai polisi dunia,tapi faktanya  sering melahirkan permasalahan  baru, kini dunia menginginkan  agar AS lebih aktif memainkan  peran dalam menciptakan  perdamaian, bukan untuk  memulai peperangan atau setidaknya  mendiamkan peperangan.